Ratusan Pemuda Ikuti FGD Moderasi Beragama di Nahdlatul Ulum

MAROS,- Sebanyak 250 pemuda dari unsur pelajar dan mahasiswa mengikuti FGD Moderasi Beragama yang diselenggarakan oleh Jaringan Penggerak Diaspora Moderasi Beragama Kab. Maros bekerjasama dengan BEM Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Muslim Maros dan Pondok Pesantren Nahdlatul ‘Ulum, Soreang, Kabupaten Maros selaku tuan rumah dari acara ini pada Senin (04/03/2024).

Tujuannya untuk Menjaring aspirasi serta membangun kebersamaan dengan seluruh elemen pemuda, pelajar dan mahasiswa untuk menguatkan spirit moderasi beragama, rasa persaudaraan dan kerukunan serta memperkuat dasar-dasar kerukunan individual dan antar umat beragama.

Kegiatan ini menampilkan narasumber antara lain pengawas madrasah Kantor Depag Maros Lukman, S.Ag.,M.Pdi, Kapolsek Lau AKP Andi Sukmawati. D, SE, WR I Universitas Muslim Maros Dr. Muhammad Nurjaya, S.Sos.,M.Si, Ketua Kurir Langit Indonesia Maros Rd. Sastra Darmakusumah, SE dan Ketua JPDMB Sulsel Ir. Rizal Syarifuddin, ST.,MT.,IPM Serta Moderator Rijal Djamal.

“Dalam jaringan ini, kita percaya bahwa moderasi beragama bukan hanya sebuah ide, tetapi merupakan langkah konkret untuk membangun fondasi keberagamaan yang sehat dan harmonis di tengah masyarakat yang heterogen. Kita tidak hanya berbicara tentang toleransi, namun berkomitmen untuk menghidupkan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan persaudaraan dalam praktek kehidupan kita sehari-hari”. Ujar Ketua Jaringan Penggerak Diaspora Moderasi Beragama Kab. Maros.

Sementara itu, menurut Wakil Rektor I Universitas Muslim Maros Dr. Nurjaya, bahwa Akar masalah seseorang sangat mudah terprovokasi karena tingkat pendidikannya, Pendidikan rendah itu karena tentu disebabkan karena biaya atau kemiskinan sehingga orang sangat mudah terprovokasi menjadi ektrem kiri ataupun kanan dengan iming-iming tertentu yang menggiurkan, rata-rata lama Pendidikan orang maros itu 8 tahun. Kemudian saran saya sebaiknya kegiatan FGD seperti ini ada rencana indak lanjut yang konkret untuk kolaborasi Bersama. Tutupnya.

Acara FGD ini diakhiri dengan sesi diskusi atau tanya jawab, yang bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai keberagaman dan persatuan dikalangan pemuda.

Pos terkait

banner 300600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *