MUI Sulsel Soroti Negara yang Tidak Akui Keanggotaan Palestina di PBB

Makassar,-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel terus Menyoroti negara yang tidak mengakui Palestina di Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). 

Melalui Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (KILN) MUI Sulsel Prof Dr H Mustari Mustafa M Pd mengatakan MUI tentu kian tampil untuk secara kritis menyoroti negara-negara yang menolak keanggotaan Palestina di PBB. Terutama, penolakan oleh negara-negara seperti Amerika Serikat dan Israel yang dianggap sebagai penghalang bagi perdamaian dan keadilan di Timur Tengah.

“MUI Sulsel dan umat sudah pasti berharap bahwa keanggotaan Palestina di PBB akan membuka jalan menuju kemerdekaan dan perdamaian yang abadi, ” kata Prof Mustari pada Ahad ,12 Mei 2024.

Lanjutnya, hasil pemungutan suara PBB menunjukkan makin kuatnya Solidaritas dunia pada Palestina. Keanggotaan penuh Palestina di PBB adalah langkah penting untuk mengakui hak-hak dan kedaulatan negara Palestina. Ini adalah bentuk solidaritas dengan rakyat Palestina yang telah lama berjuang untuk kemerdekaan dan hak-haknya.

“Palestina secara politik global sangat berkepentingan dengan pengakuan Internasional. Pengakuan Palestina sebagai anggota penuh PBB akan memberikan legitimasi internasional yang lebih kuat. Ini dapat membantu Palestina dalam perundingan diplomatik, akses ke bantuan internasional, dan perlindungan hak asasi manusia, ” jelasnya. 

Sebelumnya Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menggelar voting untuk menentukan keanggotaan penuh Palestina di PBB pada Jumat (10/05/2024).

Dalam pemungutan suara tersebut, 143 negara menyatakan mendukung Palestina menjadi anggota penuh, sementara 9 negara menolak dan 25 lainnya abstain.

Seperti dilaporkan oleh Al Jazeera, dari sembilan negara yang menolak keanggotaan tetap Palestina di PBB ada negara tetangga Indonesia, yaitu Papua Nugini. Selain itu Argentina, Republik Ceko, Hungaria, Israel, Mikronesia, Nauru, Palau, dan Amerika Serikat juga menolak.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan hasil pemungutan suara tersebut menandakan bahwa dunia “bersama rakyat Palestina”. 

Pos terkait

banner 300600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *